24 Mei 2011
Oleh: Walfajri
Ada banyak jenis tes berdasarkan macam-macam kriterianya, baik tujuan, pendekatan, cara menjawab soal, dan cara penilaian atau pemberian skor. Dalam tulisan ini hanya dibahas jenis tes bahasa berdasarkan kriteria cara menjawab soal dan cara penilaian.
A. Berdasarkan Kriteria Menjawab Soal
Dilihat dari cara mengerjakan soal atau cara menjawabnya, tes bahasa dapat dibedakan menjadi tes tertulis dan tes lisan. Tes tertulis merupakan tes yang cara menjawab pertanyaan atau mengerjakan soal dilakukan secara tertulis. Sedangkan cara memberikan pertanyaannya bisa dalam bentuk tertulis dan bisa juga dalam bentuk lisan. Tes tertulis ini dapat diberlakukan baik untuk tes unsur/komponen bahasa (misalnya, tes kosa kata dan struktur kalimat), maupun untuk tes keterampilan berbahasa (misalnya, menyimak’, dan menulis).
Adapun tes lisan adalah tes yang cara menjawab pertanyaan atau mengerjakan soalnya dilakukan secara lisan. Tes lisan ini sangat tepat untuk mengukur kemampuan berbicara, baik dari aspek ketepatan qawaid dan pilihan mufradatnya, kefasihan dalam melafalkan kata, ketepatan dalam memberikan informasi atau merespon informasi, serta intonasi. Selain untuk mengukur kamampuan berbicara, tes lisan dapat pula digunakan untuk mengukur kemampuan membaca. Melalui tes lisan ini, kompetensi pemahaman siswa tentang isi teks, kelancaran membaca, kefasihan dalam melafalkan kata, intonasi dan kelancaran membaca.
B. Berdasarkan Kriteria Penilaian atau Pemberian Skor
Selanjutnya, dilihat dari kriteria cara penilaian atau pemberian skor, tes bahasa Arab dapat dibedakan menjadi tes subyektif dan tes obyektif. Tes subyektif adalah tes yang penilaian atau pemberian skor terhadap jawaban dipengaruhi oleh kesan dan pendapat pribadi penilai. Penilai yang berbeda kemungkinan akan menghasilkan skor yang berbeda pula sesuai dengan cara pandang penilai itu sendiri. Bentuk tes yang mengimplikasikan cara penialaian subyektif ini adalah tes essay. Hal ini dikarenakan jawaban dalam tes essay berupa uraian bebas mengenai gagasan, ide, dan pikiran siswa (peserta tes) yang dikemukakan sebagai respon terhadap pertanyaan/soal.
Kelebihan tes essay ini antara lain: (a) penyusunan soalnya lebih mudah disbandingkan tes pilihan ganda; (b) dapat mengukur kemampuan berpikir siswa secara kritis, analitis, dan komprehensif; (c) dapat menghindarkan siswa dari kemungkinan memberikan jawaban secara spekulatif (untung-untungan/tebak-tebakan); dan (d) dapat mengukur hasil pembelajaran yang kompleks.
Sementara itu, kelemahan tes essay ini antara lain: (a) reliabilitas penskorannya kurang terjamin karena subyektivitas pemberi skor sulit dihindari; (b) waktu yang dibutuhkan untuk mengoreksi jawaban relatif lama, apalagi jika jumlah siswa (peserta tes) besar; dan (c) bahan/materi yang diteskan kurang merepresentasikan bahan/materi yang diajarkan secara keseluruhan.
Untuk mengurangi kadar subyektivitas dalam pemberian skor atau untuk meningkatkan tingkat keterandalan pemberian skor yang bersifat subyektif, dapat dilakukan dengan sebagai berikut:
a. perlu disusun rambu-rambu jawaban, sehingga penilai lebih konsisten dalam pemberian skor pada setiap butir soal;
b. perlu ada pembobotan skor untuk masing masing soal, mengingat masing-masing butir soal untuk tes essay dimungkinkan memiliki tingkat kesulitan dan kompleksitas yang berbeda;
c. perlu diperhatikan representasi materi yang dipilih sebagai bahan tes. Materi yang dipilih tersebut bukan didasarkan pada pertimbangan materi yang paling disenangi oleh pembuat soal, bukan pula atas pertimbangan materi yang paling mudah atau sulit, melainkan materi yang merepresentasikan bahan ajar secara menyeluruh.
d. Sebaiknya penilaian dilakukan oleh lebih dari satu orang (tiga orang), selanjutnya skor dari masing-masing penilai digabungkan.
e. Penilaian dilakukan lebih dari sekali (berulang-ulang) dan skor dari penilaian pertama digabungkan dengan skor penilaian berikutnya.
Adapun tes obyektif adalah tes yang penilaian terhadap jawaban tidak terpengaruh oleh kesan dan pendapat pribadi penilai. Dengan demikian, siapapun penilainya, kapanpun dan di manapun penilaian itu dilakukan, skor yang dihasilkan oleh tes obyektif adalah sama, dengan catatan adanya kepastian kebenaran kunci jawaban yang ada. Contoh tes obyektif adalah, tes menjodohkan, tes benar – salah dan tes pilihan ganda.
Kelebihan tes obyektif antara lain: (a) dapat mencakup bahan/materi tes yang representative dan komprehensif (mencakup berbagai kemampuan berbahasa dan komponen bahasa); (b) penskorannya lebih mudah dan hasil penskorannya obyektif; dan (c) cocok untuk tes bahasa dengan jumlah siswa (peserta tes) yang besar.
Sedangkan kelemahannya antara lain: (a) ada peluang bagi siswa (peserta tes) untuk memberikan jawaban secara tebakan/untung-untungan; (b) penyusunan soalnya lebih lama dan lebih sulit, membutuhkan ketelatenan, ketelitian, dan profesionalitas yang memadai karena kompleksnya perihal yang harus diperhatikan, seperti: ketepatan dan keproporsionalan dalam penyusunan pilihan jawaban dan pengecohnya.
Untuk mengatasi kelemahan tersebut, maka dalam penyusunan soal pilihan ganda perlu diperhatikan rambu-rambu sebagai berikut:
a. Butir soal harus sesuai dengan kompetensi dasar dan indicator yang terdapat dalam silabus/kurikulum
b. Pernyataan pokok pada setiap butir soal hanya berisi satu permasalahan;
c. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas
d. Setiap butir soal hanya mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar
e. Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal sebelumnya
f. Tidak menghilangkan kata-kata yang terletak pada bagian awa kalimat dari butir soal, sehingga menyulitkan pemahaman terhadap isi soal
g. Panjang kalimat pada setiap pilihan jawaban relatif sama, sehingga tidak memunculkan spekulasi bahwa pilihan jawaban yang panjang yang benar
h. Pilihan jawaban harus berfungsi, homogen, dan logis
i. Pilihan jawaban jangan mengandung penyataan “semua salah”, atau “semua benar”.
j. Letak jawaban yang benar disusun secara acak. Hindari penyusunan jawaban yang berpola, seperti: aa, bb, cc, dd, atau ab, ac, ad, dan seterusnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Posting Komentar